Terapi Pengobatan Penyakit kanker

Terapi Penunjang Alami untuk Kanker  dengan Produk Unihealth

TAHUKAH ANDA?

  • Kanker merupakan sel yang tumbuh tak terkontrol dan membentuk sel baru yang tidak normal lalu menyusup dan menyerang jaringan atau bagian tubuh lainnya melalui darah dan saluran getah bening. Kanker telah menjadi penyebab utama kematian di seluruh Indonesia.
  • Selain obat yang diresepkan oleh dokter, terapi komplementer dan alternatif juga menjadi salah satu penunjang kesehatan para penderita kanker.
  • Terapi Komplementer dan Alternatif penunjang ini penting karena dapat membantu meningkatkan harapan hidup penderita kanker.
  • Terapi penunjang yang umumnya digunakan adalah terapi spiritual, herbal dan suplemen serta olahraga.

SEBENARNYA APA ITU KANKER ? 

  • Puru ayal atau kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
    .> Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
    .> Menyerang jaringan biologis di dekatnya.
    .> Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Pada umumnya, kanker dirujuk berdasarkan jenis organ atau sel tempat terjadinya. Sebagai contoh, kanker yang bermula pada usus besar dirujuk sebagai kanker usus besar, sedangkan kanker yang terjadi pada sel basal dari kulit dirujuk sebagai karsinoma sel basal. Klasifikasi kanker kemudian dilakukan pada kategori yang lebih umum, misalnya:

  • Karsinoma, merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar. Contoh meliputi kanker kulit, karsinoma serviks, karsinoma anal, kanker esofageal, karsinoma hepatoselular, kanker laringeal, hipernefroma, kanker lambung, kanker testiskular dan kanker tiroid.
  • Sarkoma, merupakan kanker yang terjadi pada tulang seperti osteosarkoma, tulang rawan seperti kondrosarkoma, jaringan otot seperti rabdomiosarcoma, jaringan adiposa, pembuluh darah dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya.
  • Leukemia, merupakan kanker yang terjadi akibat tidak matangnya sel darah yang berkembang di dalam sumsum tulang dan memiliki kecenderungan untuk berakumulasi di dalam sirkulasi darah.
  • Limfoma, merupakan kanker yang timbul dari nodus limfa dan jaringan dalam sistem kekebalan tubuh

Kebanyakan kanker dikenali karena tanda atau gejala tampak atau melalui screening. Kedua metode ini tidak menuju ke diagnosis yang jelas, yang biasanya membutuhkan sebuah biopsi. Beberapa kanker ditemukan secara tidak sengaja pada saat evaluasi medis dari masalah yang tak berhubungan.

Karena kanker juga dapat disebabkan adanya metilasi pada promotor gen tertentu, maka deteksi dini dapat dilakukan dengan menguji gen yang menjadi biomarker untuk kanker. Beberapa jenis kanker telah diketahui status metilasi biomarker-nya. Misalnya untuk kanker payudara dapat digunakan biomarker BRCA, sedangkan untuk kanker kolorektal dapat menggunakan biomarker Sox17.

Deteksi dini ini sangat penting. Pada beberapa kanker seperti kanker kolorektal apabila diketahui sejak dini peluang untuk sembuh lebih besar. Selain itu, deteksi dini dapat memudahkan dokter untuk memberikan pengobatan yang sesuai.

Secara umum, gejala klinis kanker bisa dibagi menjadi beberapa kelompok :

  • Gejala lokal : pembesaran atau pembengkakan yang tidak biasa tumor, pendarahan (hemorrhage), rasa sakit dan/atau tukak lambung/ulceration. Kompresi jaringan sekitar bisa menyebabkan gejala jaundis (kulit dan mata yang menguning).
  • Gejala pembesaran kelenjar getah bening (lymph node), batuk, hemoptisis, hepatomegali (pembesaran hati), rasa sakit pada tulang, fraktur pada tulang-tulang yang terpengaruh, dan gejala-gejala neurologis. Walaupun pada kanker tahap lanjut menyebabkan rasa sakit, sering kali itu bukan gejala awalnya.
  • Gejala sistemik : berat badan turun, nafsu makan berkurang secara signifikan, kelelahan dan kakeksia(kurus kering), keringat berlebihan pada saat tidur/keringat malam, anemia, fenomena paraneoplastik tertentu yaitu kondisi spesifik yang disebabkan kanker aktif seperti trombosis dan perubahan hormonal. Setiap gejala dalam daftar di atas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi (daftar berbagai kondisi itu disebut dengan diagnosis banding).

Kanker mungkin adalah penyebab utama atau bukan penyebab utama dari setiap gejala.

  • Gejala angiogenesis yang merupakan interaksi antara sel tumor, sel stromal, sel endotelial, fibroblas dan matriks ekstraseluler.Pada kanker, terjadi penurunan konsentrasi senyawa penghambat pertumbuhan pembuluh darah baru, seperti trombospondin, angiostatin dan glioma-derived angiogenesis inhibitory factor, dan ekspresi berlebih faktor proangiogenik, seperti vascular endothelial growth factor, yang memungkinkan sel kanker melakukan metastasis. Terapi terhadap tumor pada umumnya selalu melibatkan 2 peran penting, yaitu penggunaan anti-vascular endothelial growth factor monoclonal antibodies untuk mengimbangi overekspresi faktor proangiogenik, dan pemberian senyawa penghambat angiogenesis, seperti endostatin dan angiostatin.
  • Gejala migrasi sel tumor, yang ditandai dengan degradasi matriks ekstraseluler (ECM), jaringan ikat yang menyangga struktur sel, oleh enzim MMP. Hingga saat ini telah diketahui 26 berkas gen MMP yang berperan dalam kanker, dengan pengecualian yang terjadi antara lain pada hepatocellular carcinoma.

 

Ciri paraklinis umum pada sel tumor maupun kanker adalah

  • produksi asam laktat dan asam piruvat yang tinggi, oksidasi glukosa yang rendah, walaupun tidak selalu disertai simtoma hipoksia, percepatan lintasan glikolisis dan perlambatan laju fosforilasi oksidatif, dan pergeseran lintasan glikolisis dari anaerobik menjadi aerobik, yang dikenal sebagai efek Warburg.

Sel kanker memiliki kecenderungan untuk menghasilkan ATP sebagai sumber energi dari lintasan glikolisis daripada lintasan fosforilasi oksidatif. Faktor transkripsi Ets-1 yang ditingkatkan oleh sekresi H2O2 oleh mitokondria merupakan salah satu pemegang kendali pergeseran metabolisme pada sel kanker.

  • Ciri lain adalah rendahnya kadar plasma vitamin C yang ditemukan pada berbagai penderita kanker, baik dari penderita dengan kebiasaan merokok, maupun tidak.

Jaringan kanker memiliki ciri morfologis yang sangat khas saat diamati dengan mikroskop. Diantaranya berupa banyaknya jumlah sel yang mengalami mitosis, variasi jumlah dan ukuran nukleus, variasi ukuran dan bentuk sel, tidak terdapat fitur seluler yang khas, tidak terjadi koordinasi seluler yang biasa nampak pada jaringan normal dan tidak terdapat batas jaringan yang jelas.

Immunohistochemistry dan metode molekular lain digunakan untuk menemukan ciri morfologis khas pada sel kanker/tumor, sebagai Referensi diagnosis dan prognosis.

Perubahan pada karakteristik perkembangan sel:

a. sulit mati walaupun telah mengalami diferensiasi berkali-kali
b. tumbuh berkembang yang tidak terhenti, walaupun telah berdesakan dengan sel di sekitarnya, sehingga jaringan kanker memiliki kepadatan yang tinggi
c. membutuhkan serum dan faktor pertumbuhan lebih sedikit
d. tidak lagi membutuhkan lapisan antarmuka untuk berkembangbiak, dan dapat tumbuh sebagai koloni bebas di dalam medium semi-padat.
e. tidak memiliki kendali atas siklus sel
f. sulit mengalami apoptosis

Perubahan pada struktur dan fungsi membran sel, termasuk peningkatan aglutinabilitas karena lektin herbal
Perubahan pada komposisi antarmuka sel, glikoprotein, proteoglikan, glikolipid dan musin, ekspresi antigen tumorik dan peningkatan penyerapan asam amino, heksos dan nukleosida.
Tidak terjadi interaksi matriks sel-sel dan sel-ekstraseluler, sehingga tidak terjadi penurunan laju diferensiasi
Sel kanker tidak merespon stimulasi zat yang menginduksi diferensiasi, karena terjadi perubahan komposisi antarmuka sel, termasuk komposisi molekul pencerap zat bersangkutan.
Perubahan dalam mekanisme transduksi sinyal seluler, termasuk pada lintasan yang sangat fundamental, selain lintasan regulasi yang mengendalikan fungsi pencerap faktor pertumbuhan, jenjang fosforilasi dan defosforilasi.
Kemampuan untuk menginduksi tumor pada model. Kemampuan ini yang menjadi sine qua non yang mendefinisikan kata “ganas” pada transformasi in vitro. Walaupun demikian, sel kanker yang tidak memiliki kemampuan seperti ini, tetap memiliki sifat “tumorigenik” pada model yang lain.

Transformasi pada sel manusia memerlukan akumulasi dari berbagai perubahan genetik yang mengakibatkan ketidak-stabilan genomik, seperti:

  • Peningkatan ekspresi protein onkogen sebagai akibat dari translokasi, amplifikasi dan mutasi pada kromosom.
    Tidak terdapat ekspresi protein dari gen “penekan tumor”.
  • Perubahan pada metilasi DNA.
    Terdapat kelainan transkripsi genetik yang menyebabkan kelebihan produksi zat pendukung pertumbuhan, seperti IGF-2, TGF-α, faktor angiogenesis tumor, PDGF, dan faktor pertumbuhan hematopoietik seperti CSF dan interleukin.
  • Tidak terjadi keseimbangan genetis, sehingga proliferasi menjadi semakin tidak terkendali, peningkatan kemungkinan terjadinya metastasis.
  • Perubahan pada pola enzim dan peningkatan enzim yang berperan dalam sintesis asam nukleat dan enzim yang bersifat litik, seperti protease, kolagenase dan glikosidase.
  • Produksi antigen onkofetal, seperti antigen karsinoembrionik dan hormon plasentis (contoh: gonadotropin korionik), atau isoenzim seperti alkalina fosfatase plasentis.
  • Kemampuan untuk menghindari respon antitumor dari inangnya.
    Dari berbagai perubahan genetik tersebut, pada tumor pada manusia, seringkali ditemukan translokasi kromosom yang menghasilkan produk kimerik dengan kemampuan transformasi menjadi sel tumor/kanker atau mengubah ekspresi onkogen.

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian utama di dunia. Tahun 2012 ada sekitar 14 juta kasus baru & 8,2 juta orang meninggal. Diperkirakan tahun 2030 jumlah penderita kanker meningkat hingga 26 juta orang. Terdapat 5 jenis Kanker dengan kematian tertinggi diantaranya

  • Kanker Paru-Paru (1,59 juta kematian),
  • Kanker hati (745,000 kematian),
  • Kanker lambung (723.000 kematian),
  • Kanker kolorektal (69 .000 kematian),
  • Kanker payudara (521.000 kematian).

Ragam cara harus dilakukan untuk melawan risiko kanker bagi kita yang masih beruntung karena belum divonis kanker. Bagi mereka yang telah divonis kanker, umumnya mendapat terapi obat yang diresepkan oleh dokter, operasi, kemoterapi, radioterapi, dan imunoterapi serta terapi hormonal, selain itu dibutuhkan pula terapi pendamping yang aman dan dapat membantu meningkatkan harapan hidup pada penderita kanker.

BERIKUT JENIS FAKTOR RISIKO KANKER DENGAN KEMATIAN TERTINGGI:

  1. Kanker Paru  , 85-95% penyebab kanker paru adalah rokok. Orang yang berusia >50 tahun dengan riwayat merokok lebih dari 30 tahun memiliki risiko tinggi.
  2. Kanker Hati
    Kanker ini berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati, seperti penyakit sirosis. Sirosis terjadi karena hepatitis B dan C yang disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan dan perlemakan hati yang umumnya dialami oleh mereka yang mengalami obesitas.
  3. Kanker Lambung
    Menderita infeksi lambung menahun (bakteri H. pylori), merokok, banyak makan asin dan asam, daging asap, kurang sayur & buah, memiliki kerabat penderita kanker lambung, laki-laki berusia >50 tahun, dan penderita polip lambung juga kanker lainnya.
  4. Kanker Payudara
    Kebiasaan makan berlemak tinggi, makanan pemicu kanker, kontrasepsi oral, radiasi, iritasi dan radang payudara menahun, riwayat keluarga penderita kanker payudara, obesitas, tidak pernah melahirkan , usia haid terlalu dini dan alkohol.

Terapi Penunjang Alami untuk Kanker  dengan Produk Uniheath , 

Mencegah kanker tidak selalu harus menggunakan obat kimia. Kombinasi ekstrak manggis, goji dan açai berry yang menghasilkan antioksidan serta ekstrak daun sirsak terstandar yang mengandung asetogenin mampu memperkuat sistem pertahanan untuk mengurangi risiko terkena kanker. Dengan lebih dari ribuan artikel penelitian, ternyata kunyit, rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia termasuk
Indonesia, ternyata memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Tanaman yang sudah dikenal sejak 2.500 tahun ini memiliki kandungan zat aktif yang disebut Curcumin dan telah memiliki lebih dari 4.000 artikel penelitian sebagai terapi pendamping berbagai jenis kanker. Tidak semua kunyit memberikan efek anti-kanker yang sama. Curcumin dalam kunyit biasa hanya 25% yang diserap oleh tubuh. Namun dengan teknologi yang mutakhir, kini ada ekstrak kunyit yang terstandar dan memiliki kekuatan 7-8x lebih tinggi.

Ekstrak inilah yang kini dapat Anda jumpai pada produk terbaru dari UNIHEALTH yaitu CURCOMPLEX95. Dengan teknologi & inovasi terbaru yang mengkombinasikan Curcumin dengan essential oil menghasilkan Curcuminoid Complex yang dapat diserap tubuh hingga 95% dan telah teruji klinis. Selain untuk menurunkan risiko kanker, CURCOMPLEX95 juga direkomendasikan bagi para penderita kanker. Penelitian klinis oleh Ajay Goel & Bharat B. Aggarwal menyatakan bahwa curcumin dapat meningkatkan efektivitas kemoterapi dan pada kanker payudara, kolon, pankreas, lambung, hati , darah, paru, prostat, kemih, serviks, ovarium, otak, sumsum tulang, dan limpa. Studi klinis oleh Jiahua Jiang menunjukkan bahwa Curcuminoid Complex yang dapat kita jumpai di CURCOMPLEX95, mampu menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker payudara. Studi lain oleh Jalal Hejazi menunjukkan bahwa Curcuminoid Complex dapat melindungi penderita kanker dari efek samping radioterapi

obat kanker curcomplex 95 adalah obat herbal kanker yang terbuat dari ekstrak kunyit terstandar . Nama Curcomplex 95 berasal dari kata curcumin dan 95% curcumin yang ada di dalam obat kanker curcomplex memiliki kekuatan yang sangat luar biasa . Hal ini dikarenakan curcumin didalam obat kanker curcomplex dpT DISERAP OLEH TUBUH SAMPAI 95%

Ini hrus dipahami bahwa tidak semua jenis kunyit memiliki efek anti kanker yang sama . Kunyit biasanya dengan pengolahan yang biasa hanya dapat diserap oleh tubuh maksimal sampai 25 % . Hal ini berarti masih banyak bagian kunyit yang justru tidak dapat diserap oleh tubuh , jika diolah dengan cara yang biasa.

Obat herbal alami kanker curcomplex 95 terbuat dari ekstrak kunyit yang diolah dengan menggunakan teknologi dan inovasi tinggi . Cara pengolahan yang istimewah ini mampu menciptakan dampak hasil yang signifikan . Curcumin yang diolah dengan teknologi khusus ini mampu menghasilkan essensial oil yang mampu diserap oleh tubuh sampai 95% . Selain itu CURCOMPLEX 95 telah teruji secara klinis . Fakta ini menjadi nilai tambah yang luar biasa , yang tidak dimiliki oleh produk lainnya . Teruji secara klinis berarti bahwa obat herbal alami kanker curcomplex 95 sudah terbukti bermanfaat yang sangat baik bagi kesehatan dan memiliki anti kanker serta terbukti menurunkan terjadinya resiko kanker. Bukan itu saja , obat kanker alami curcomplex 95 juga sangat bermanfaat bagi penderita penyakit kanker.

Penelitian tentang BMC -95 dalam CURCOMPLEX95 dapat bermanfaat bagi organ tubuh seperti :

  • Otak , ovarium, payudara , pankreas, lambung , hati, darah , paru , prostrat, kemih , sumsum tulang , limpa, serviks .

Dan hasil penelitian curcuminoid complex telah dilakuka oleh Ajay Goel dan Bharat B.Anggarwal yang telah melakukan penelitian klinisuntuk mengetahui manfaat CURCUMINOID COMPLEX . Hasilnya , Curcumin dapat meningkatkan efektifitas kemoterapi , sangat baik digunakan untuk kankerpayudara. Curcumin juga memiliki dampak kesehatan yang sangat baik untuk kesehatan colon, pankreas, lambung , hati, darah, paru , prostrat, kemih, serviks, ovarium, otak , sumsum tulang , dan limpa.

Studi klinis yang dilakukan oleh Jiahua Jiang menunjukkan bahwa curcuminoid complex yang terdapat dalam obat kanker curcomplex mampu menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker payudara.  Studi Klinis yang dilakukan Jalal Hejazi juga memberi angin segar bagi penderita kanker. Hasil penelitian klinis Jalal menyatakan bahwa Curcuminoid Complex dapat melindungi penderita kanker dari efek samping radioterapi

Manfaat obat kanker alami Curcomplex 95

  • Melindungi sel normal dari zat yang menimbulkan resiko kanker
  • Membantu efeksifitas kemoterapi dan radioterapi
  • Menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker
  • Mengurangi efek samping kemoterapi dan radioterapi
  • Mengurangi resiko terjadinya kanker karena memiliki zat anti kanker

Keunggulan obat kanker Curcomplex 95

  • Telah memiliki hak paten yaitu ; Bio Curcumin / BCM-95
  • Mengandung Curcuminoid Complex yang dapat diserap oleh tubuh sampai 95%
  • Mengandung campuran Curcuminoid , minyk atsiri , dan sesquiterpen sehingga memiliki kekuatan 7-8 kali lebih baik daripada produk biasa
  • Sudah teruji klinis
  • Tanpa bahan kimia obat
  • Diproduksi denagn kualitas GMP yang sudah diakui secara internasional
  • Diproduksi dengan standar farmasi
  • Legalitas Obat kanker Curcmplex 95:TR 082576231
  • Diakui oleh BP POM sebagai memiliki khasiat anti kanker

Cara KOnsumsi Obat Herbal ALami CURCOPLEX95

  • Untuk Melindungi dan mencegah dari resiko terjadinya penyakit kanker , maka minum Curcomplex 95 cukup dengan dosis 1 kaplet setiap hari
  • Untuk Terapi pengobatan bai pasien kanker dosis minum 3 kali sehari @ 3 kaplet

Terapi Pengobatan kanker ini akan memberikan manfaat yang sangat dahsyat bila dikombinasikan dengan Produk Magozai , Gravica dan Legres. Dengan konsumsi bersamaan maka penyakit kanker akan lebih mudah diatasi .

FAKTA NYATA!

  • Ekstrak Daun Sirsak Terstandar dan Kulit Manggis memiliki manfaat anti-kanker
  • Daun sirsak dikenal pula dengan nama Graviola dengan nama latin Annona muricata . Daun sirsak telah terkenal bermanfaat untuk kanker di masyarakat. Daun Sirsak mengandung asetogenin.
  • Asetogenin dalam daun sirsak bermanfaat untuk kanker dengan cara kerja
  1. Mendeteksi dan membedakan mana sel kanker dan mana sel normal
  2. Masuk kedalam sel kanker dan menempel di dinding dalam sel.
  3. Mengendalikan fungsi pernafasan sel kanker (mitokondria)
  4. Sel Kanker menjadi lemah dan akhirnya mati
  • Kulit manggis sebagai salah satu  bahan alam untuk mencegah perkembangan penyakit kanker melalui mekanisme mengontrol pembelahan sel kanker, kematian sel kanker dan mengendalikan penyebaran sel kanker.

Hubungi kami untuk keterangan dan penjelasan lebih lanjut. Toko Herbal Shop Online terpercaya hadir untuk membantu Anda memberikan solusi membantu agar Anda pulih dari berbagai masalah kesehatan . Langsung hubungin CS via Telphon / WA/ SMS / BBM untuk order dan pemesanan !

%d bloggers like this: